Jumat, 06 Mei 2011

She is...

Diposting oleh Anonim

Sekilas mungkin wanita ini bukan orang terkenal yang mengenakan pakaian rapi berjas setiap harinya, bukan orang terkenal yang kerap muncul di televisi sebagai aktris, bukan pula penyanyi, bukan pula wanita karier. Namun, beliau wanita hebat yang berada dibalik langkahku selama ini.
Meski usianya 2 tahun lagi hampir menginjak kepala 4, insyaAllah. Kulit wajahnya yang sudah mulai keriput, tak mengeriputkan semangat ibu yang mengurus dan merawat 3 anaknya  dengan ditemani suami tercinta, Darmadi Prasojo. Keluarga yang berpegang teguh untuk mendidik anaknya sendiri, tanpa bantuan seorang pembantu ataupun baby sitter. Bukan karena tidak percaya, Pasangan suami istri ini sadar penuh bahwa merawat dan mendidik anak itu kewajiban orang tua.
Wanita itu tak layu, senyumnya selalu memotivasi untuk terus berlatih. Meski bukan wanita karier, yang bekerja tiap hari dengan jadwal yang padat, ibu kelahiran Magelang, 17 Desember 1973 ini juga mempunyai aktivitas yang padat layaknya wanita karier umumnya di luar sana, hanya saja aktivitas yang dilakukan  berbeda.
Aktivitasnya dimulai ketika pagi beliau bangun awal, tak jarang aku melihat air mata disela tahajudnya malam-malam itu. Memohon kebaikan untuk kedua orang tuanya dan mertua, suami tercinta, serta ketiga buah hatinya. Ketika kesibukan pagi telah menyergap, beliau dengan sabar mebuatkan sarapan dan menyiapkan bekal untuk suami  bekerja, kedua anaknya yang sudah sekolah.
Dengan terus mensuport semua aktivitas suami dan kedua anaknya di sekolah, lambaian tangan yang damai mengantarkanku untuk meraih cita-citaku. Selain kedua anaknya yang sudah sekolah di bangku kelas 6 SD dan kelas 1 SMA, beliau masih merawat seorang anaknya yang masih balita, umurnya hampir 4 tahun, beruntung anak terkecilnya selalu membuatnya  tertawa dan tak pernah menuntut ini itu padanya, sehingga paling tidak adik terkecilku telah memberikan semangat padanya.
Ah, tak jarang pula disela senyumnya yang kian mengembang, tersimpan jiwa dan raga yang kuat untuk tak segan mengeluarkan amarahnya pada ketiga buah hatinya yang kadang, bahkan sering membuatnya kesal karena tak menuruti aturan. Bahkan jika memang ketiga anaknya tak mau manut istilahnya beliau tak segan pula untuk bermain tangan pada mereka.
Amarahnya keluar lagi seketika melihat kamar anaknya berantakan dan kotor. Ibu tiga anak ini sangat tidak suka hal-hal kotor. Mungkin itu juga yang tertular padaku ketika aku benci sekali dengan hal-hal yang berbau kotor. Di rumahnya beliau sangat suka bersih-bersih dari tampak depan, luar, dalam belakang, tanpa kecuali. Prinsipnya, “dengan rumah sederhana namun harus selalu bersih”, tuturnya ketika bersih-bersih bersama hari Minggu.
Kini usiaku bukan lagi 7 tahun kedua, itu artinya usiaku sudah lebih dari 14 tahun, sedikit bisa berpikir dan mengerti apa suka duka wanita tegar yang telah berkorban seluruh nyawanya untuk melahirkan aku, kedua adikku, hingga merawatnya sampai saat ini.
Aku tak tahu apakah hal seperti ini juga yang diajarkan oleh Kakek Nenekku (Soenardi dan Sri Damaiyati) dahulu ketika masa kecilnya wanita tegar  itu, setahuku Kakek nenekku tidak hanya merawat ibuku dan satu adik kandung ibuku, tetapi juga mengurus beberapa keponakannya yang yatim piatu. Tak hanya itu kakek Nenekku pun masih menampung anak orang lain, yang ingin tinggal disitu dengan alasan supaya dekat menuju sekolahnya.
Terharu rasanya ketika wanita tegar itu menceritakan itu semua padaku, perjuangannya selama masa mudanya yang ia habiskan bersama saudara-saudaranya dengan penuh suka cita. Sama sekali bukan untuk membuatku kasihan padanya dengan diceritakan masa mudanya sehingga akupun harus seperti itu. Tetapi dengan semua itu menjadikanku lebih termotivasi untuk tetap semangat dan bersyukur dengan apa yang telah kupunya dan raih selama ini.
Kata-katanya yang bijak, selalu keluar dari mulutnya ketika berbicara maupun menasehati ketiga anaknya. Sebijak ketramplannya dalam memasak. Siapa yang tidak tergiur untuk lekas cepat pulang menikmati hidangan makan yang lezat. Bukan beli di warteg ataupun rumah makan sebelah. Wanita itu berprinsip, meskipun bukan makanan mahal, bahkan cenderung masakan sederhana yang penting sehat dan bergizi. Wanita tegar itu juga pandai dalam membuat kue, dulu sebelum pindah di rumah kami yang di Wonosobo, di kampung wanita  itu sangat sering memerima pesanan kue untuk acara-acara tertentu. Semua itu dikerjakannya di rumah dibantu keluarga.
Terkadang aku ingin ketika nanti aku dewasa dan berumah tangga (insyaAllah... amin...) sifat-sifatnya yang penuh belas kasihan (sampai-sampai tidak tega kalau menawar harga di pasar) turun ke aku. Jarinya yang ajaib dan hati penuh cinta ketika memasak makanan yang lezat pun semoga dapat tercopy dengan baik kepada anak-anaknya.
Oh, ibuku, Yuyun Dwi Artanti

Sabtu, 30 April 2011

AKHWAT ACTIVITIES

Diposting oleh Anonim 0 komentar

Bulan :
URAIAN
TARGET
Tanggal
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31

Sholat dhuha

































Sholat rawatib

































Tilawah

































Al-Ma’tsuraat

































Riyadhoh (OR)

































Baca Buku

































Hafalan

































Qiyamul lail

































Puasa sunnah

































Infaq

































suci






































































































 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review