Jumat, 22 November 2013

MK Sosum (Dari Grup ke Organisasi)

Diposting oleh Anonim 0 komentar

Share ilmu yang diperoleh di kuliah nih, kali ini mata kuliah Sosiologi Umum, berikut ringkasannya

  1. Dari Grup ke Organisasi
Grup dan organisasi adalah dua hal yang berbeda, keduanya tidak bisa disamakan. Maka dari itu Himes pada tahun 1976 mengemukaan bahwa masyarakat  cenderung mengalami :
a.       Pemudaran kekerabatan.
b.      Pertumbuhan spesialisasi
c.       Sekulerisasi dan rasionalisasi
d.      Dari ketiga uraian tersebut, kehidupan semakin mendorong terjadinya organisasi.
Menurut Etzioni (1982) Organisasi merupakan salah satu cara ampuh untuk menggabungkan antara seumberdaya dan sumber manusia.
Grup dan organisasi adalah hal yang berbeda, untuk membedakannya organisasi sendiri memiliki fungsi yang khas dibanding grup, yaitu :
a.       Saluran membentuk kegiatan berencana.
b.      Saluran usaha orang untuk memenuhi kepentingannya.
c.       Saluran untuk mempengaruhi kepentingan orang banyak.
d.      Wadah untuk membentuk rencana kegiatan baru (bermanfaat dan bertujuan)
Perbedaan Grup dan Organisasi
Grup
Organisasi
Fungsi : Memenuhi Kepuasaan
Fungsi : Meningkatkan Produktivitas
Tujuan :
a. Memenuhi Kepuasan moral
b. Untuk mengidentifikasi diri
c. Untuk pengembangan loyalitas
d. Untuk wadah berpartisipasi
Tujuan :
a. Menganalisis masalah
b. Mengatasi masalah
c.  Meningkatkan keluaran
d. Meningkatkan efisiensi

  1. Organisasi
-          Organisasi adalah unit sosial (kelompok manusia) yang sengaja dibentuk atau dibentuk kembali dengan pertimbangan efektivitas dan efisiensipencapaian tujuan tertentu.
-          Berelson dan Steiner (1964), Organisasi adalah gejala sosial resmi yang berkaitan dengan seperangkat aturan tertulis.
-          Empat ciri Orgnanisasi :
1.       Formalitas -> Tertulis
2.       Hirarkhi -> Struktur yang urut
3.       Ukuran -> jumlah
4.       Durasi -> umur organisasi

Ciri Organisasi menurut Etzioni
1.       Mempunyai pembagian kerja, kekuasaan, dan tanggung jawab.
2.       Mempunyai pusat wewenang untuk mengawasi dan mengarahkan pencapaian tujuan.
3.       Mempunyai prosedur penggantian tenaga kerja mahir atau memahirkan anggota.

Bersambung

Rabu, 06 November 2013

Kusapa Hujan

Diposting oleh Anonim 0 komentar
hai hujan... aku memenuhi janjiku... tetap di balik jendela rumahku...
aromamu yang khas tarkala kau siram tanah di depan rumahku...
aku penuhi janjiku disini untuk tak menyentuhmu... ayah ibu pernah berkata, jika aku menyentuhmu, aku bisa kedinginan lalu meriang...
hujan... aku senang melihatmu berjatuhan satu persatu... membuat nada kehidupan yang merdu...
hujan, kau ada atas kuasa-Nya...

Allahumma sayyiban nafi'an

Sabtu, 26 Oktober 2013

Memoar Dandelion

Diposting oleh Anonim 0 komentar


Andaikan aku bisa bicara,
Kan kukatakan pada dunia bahwa aku sedang bahagia.
Bahagia yang kurasa diterpa udara pagi dengan embun yang menetes dari pucuk daunku.
Andaikan aku bisa bicara,
Kan kukatakan pada dunia bahwa aku sedang bersedih.
Bersedih untuk mempertahankan keadaanku di lereng tebing ini,
Hanya satu hentakkan saja bisa membuatku jatuh tak berdaya.
Andaikan aku bisa bicara,
Kan kukatakan pada dunia bahwa keyakinan ini tak kan berubah.
Aku masih seperti dulu, berdiam diri di tengah kerasnya kehidupan,
Bertahan dari kencangnya tiupan angin
Derasnya hujan yang siap membawaku terseok-seok bersama mereka.
Andaikan aku bisa berjalan,
Kulangkahkan kaki ini pada tempat di mana aku bisa berdiri kokoh menancapkan akarku yang tak terlalu kuat.
Andaikan aku bisa melihat
Kan kuberikan pada kalian
Betapa indahnya dunia yang sedang kupijak di tengah kerasnya bertahan di lereng ini.
Andaikan aku bisa bicara (lagi),
Dengan segala keterbatasan yang kupunya
Dan ketakberdayaan yang menjelma
Aku tak pernah berbuat apa-apa untuk kalian dan duniaku
Kan kutanyakan pada semua, “masihkah aku pantas memilih?”

Rabu, 01 Mei 2013

Lima Tahun untuk Rena

Diposting oleh Anonim 0 komentar


Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Ibarat manusia, lima tahun adalah masa di mana anak-anak melepas masa balitanya. Namun tidak bagi Rena, lima tahun harusnya menjadikan suatu hal yang terulang menjadi biasa. Dia tetap saja canggung menghadapinya, dia seolah tak belajar dari pengalaman dalam kurun waktu 5 tahun itu.
Lima tahun tak mengubah kebiasaan Rena, dia tetap menyimpan luka itu sendiri. Tak ada seorangpun tahu bagaimana kisahnya. Rena berusaha tegar untuk menghadapinya. Apa yang dipikirkannya adalah kebingungan tentang apa yang harus ia perbuat untuk mengambil langkah selanjutnya.
Rena, gadis tegar yang kukenal, semoga kau mendapatkan yang terbaik sesuai harapanmu. Rena, kutunggu ceritamu selanjutnya.

Jumat, 26 April 2013

Menjadi Diriku

Diposting oleh Anonim
Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Dan wajahku memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Menjadi diriku
Dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku.......

Terimalah aku
Seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Ku pun tak sempurna

Tetap ku bangga
Atas apa yang ku punya
Setiap waktu ku nikmati
Anugerah hidup yang ku miliki


Lagu milik Edcoustic ini mengingatkan tentang perjalananku selama kurang lebih 5 tahun terakhir ini. Jati diri sebenarnya ada yang sudah ada dalam diri dan ada yang belum pada diri sendiri, bukan kita yang membuat jati diri itu, tetapi bagaimana kita memilih berbagai pilihan dalam hidup ini. Be yourself! 

Senin, 22 April 2013

Puisiku yang Berhasil Kutemukan

Diposting oleh Anonim 0 komentar

Ketika itu, aku sedang membersihkan lemari di belakang rumah yang penuh buku. Bukan buku milikku saja, tetapi buku milik seluruh anggota keluarga ini. Dari buku pelajaran hingga majalah dapur kesukaan ibu ada disitu. Kini aku sudah kelas 12, sebentar lagi putih abu-abu itu segera kutanggalkan. Jelas lemari itu kian penuh menyimpan buku milikki dari bangku sekolah dasar dulu. Aku merasa letih ketika harus kutiupkan udara halus dari mulutku pada setiap buku untuk menghilangkan debu itu. Dalam batinku, kenapa aku harus menyimpan semua ini? Kenapa buku-buku tidak kubuang dari dulu? Aku hanya tersenyum geli, ternyata hobi orang-orang di rumah ini sama, mengoleksi buku, entah masih terbaca atau tidak.
Kini mataku tertuju pada tumpukkan buku pelajaranku ketika sekolah dasar, kubuka satu persatu. Aku tersenyum lega, ternyata usahaku membersihkan lemari ini ada untungnya. Aku menemukan sebuah puisi buatanku ketika aku kelas IV SD. Puisiku untuk tugas Bahasa Indonesia waktu itu

Sahabat Sejati
Sahabat Sejati
Takkan pernah terpisahkan
Demi sahabat kita perjuangkan kebaikan
Demi menadapat kawan
Demi Sahabat
Ku tak rela meninggalkan sahabat
Rasa rindu, kasih sayang sahabat
Ku tak kan lupa wahai sobat
Sahabat kau berikan kasih sayang
Bagai bunga bermekaran di ladang
Bagai bapak dan ibu memberikan kasih sayang
Sahabat kan slalu ku kenang
                                                Tahun 2004

Puisi yang ini bukan untuk tugas, melainkan untuk ibuku tetapi sampai sekarang aku belum pernah membiarkan beliau untuk membacanya.

Oh Ibu
Ibu kau adalah segalanya bagiku
Sembilan bulan mengandungku
Dengan sabar dan tabah
Hingga tiba waktuku lahir
Kau merawatku dari kecil
Kau menimangku, menggendongku
Kau juga mengajariku ilmu
Hingga aku bisa membantumu
Oh Tuhan ampunilah dosanya
Dia telah mengasihiku waktu kecil
Walaupun dia memarahiku
Namun itu semua tuk kebaikanku
Tuhan ampunilah ibuku
Dia telah berkorban
Untukku...
                                Tahun 2004

Aku sedikit geli membaca coretanku sendiri, hanya tersenyum. Menulis puisi, hobiku kala itu. Kubuka lagi buku yang lain, kali ini bukan bukan buku pelajaran Bahasa indonesia, tetapi Ilmu Pegetahuan Sosial. Parah juga, sering aku tak mendengarkan pelajaran dan lebih membela menulis puisi. Baca : dulu. Hehe

Kelasku yang selalu Ramai
Pintu terbuka lebar
Datang guru-guru dengan muka geram
Sejenak murid-murid langsung terdiam
Akan kedatangan guru
Sungguh aku ingin menangis konyol
Seperti mencari ketenangan
Yang tak pernah ada di mana-mana
Sungguh malang nasib guruku
Andai kelasku ini tak terlalu ramai
Ku kan belajar dengan sungguh-sungguh
Sungguh kasihan guruku
Mendengar teriakan tak berguna
                                                Tahun 2005

Horee, aku sudah menemukan tiga puisiku ketika SD. Sekarang aku lebih semangat membersihkan lemari ini, semoga saja kutemukan puisiku yang lain. Benar saja aku menemukan puisi lagi, puisi ini aku tulis ketika aku kelas VI.

Matahari dan Hujan
Matahari...
Betapa sungguh kau berguna sekali
Bagi manusia dan tumbuhan
Warna kuning keemasan
Membuat semu berkilauan
Begitu pula hujan
Kau dapat membasahi
Semua yang ada dibawahmu
Suara gemericik air
Membuat nada yang tak terhenti
Hujan, kau juga dapat
Menyuburkan tanah
Oh, matahari
Oh, hujan
Kuingin kau selalu ada
Menerangi dan membasahi
Kuingin kau selalu ada
Bersama semua ciptaan-Nya
Kau sungguh berguna
Wahai matahari dan hujan
                                Tahun 2006

Kali ini telah berhasil menemukan empat puisi saja waktu SD. Tak apalah, daripada tidak sama sekali. Alhamdulillah, ternyata acara bersih-bersih lemari kali ini sukses dengan ditemukannya puisi-puisi antik saya. (horee, mari tepuk tangan pemirsa!)
 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review