Banyak harus kuucapkan syukur pada-Nya yang telah mempersilakan diri ini untuk leluasa menghirup oksigen tanpa batas di kota hujan ini. Melenggang menggenggam jutaan mimpi menuju nirwana yang siap aku terbangkan ketika aku mencapainya di atas. Pada-Nya aku menaruh berjuta syukur yang telah mempersilakan (lagi) diri ini untuk bersua dengan para calon pahlawan bangsa. Memperkenalkan aku akan dahsyatnya kehidupan luar yang mengajari apa itu arti kerelaan hingga pengorbanan.
Katanya, dunia luar itu kejam. Sekarang aku bisa mengatakan setelah aku merasakannya. Dunia luar itu sangat kejam, tajam melebihi tajamnya pisau yang kau asah setiap hari. Kejam bagi mereka yang mengurung jutaan mimpinya. Kejam bagi mereka yang tak mau menerima kenyataan dan mengeja apa itu rasa syukur. Kejam bagi mereka yang tak pernah mau berusaha untuk tetap di jalan yang benar.
Kehidupan ini mencotohkan bagaimana cara mengajari tanpa bertutur. Merpersilakan diri ini lagi untuk terus mengambil manfaat ilmu dari guru kehidupan. Membuat simbiosis yang tak pernah terlupakan sepanjang hayat.
Beridirinya aku di sini tak ada apa-apanya tanpa dukungan kalian ibu, bapak, maskemal, deklya, dekana.
Sejarah mengajariku banyak makna, termasuk sejarah hidupku sendiri. Terimakasih teman-teman kecilku, Faiz Mazdha Aufa dan Rosyid Imam Haqi, kalian lah yang mengajari arti teman untuk pertama kali di dunia ini.
Keluarga besar SD 1 Secang, Pak Labib, Bu Endang, Bu Zul, Bu Siti, Pak Karno, Mbak Happy, Mbak Rina, Mbak Ais, Mbak Ifha, Mbak Atin, Mbak Alfi, Mbak Nauqi, Irene Putri, Yakub, Fergi, Akbar, dkk. Terimakasih atas karakter yang kalian bentuk terhadap diri ini selama tiga tahun pertama sekolah dasar. Membuat saya jadi disiplin waktu, membuang sampah pada tempatnya, hingga cara pandang untuk aku mendapatkan sesuatu, terimakasih.
Temanku yang sekarang sudah berkeluarga, hidupmu mengajariku banyak makna arti keikhlasan, Dewi Purwaningsih.
Temanku yang mengajariku akan kesederhanaan, Evi fariska. Aku bangga menjadi bagian dari sejarah hidupmu.
Teman-teman Laskar Gunung Berasan, Teater Sopo Ngiro, kalian yang mengajari apa arti bertahan di tengah alam bebas tempat kita bertualang dulu. Mengajariku akan pentingnya berperan terbaik di kehidupan ini.
Keluarga besar SD 1 Lamuk dan SMP 2 Kaliwiro. Kaian mengajariku bagaimana cara membuka mata kenyataan hidup di daerah yang mungkin angkot saja sekarang sudah tak ada. Tempat yang mengajari arti sebuah perjuangan dalam kesederhanaan.
Teman-teman pasukan berkerudung kelas X.5, Ihda, Arik, Wida, Eli, Firda. kalian mengajariku bagaimana hidup di kota yang baru saja aku singgahi. Keluar dari suasana hijaunya daerah tempat tinggalku dahulu.
Keluarga besar Kelompok Kajian Islam, Mbak Yoko, Mbak Fiya, Mbak Hani, Mbak Anita, Mbak Sami, Mbak Mumu, Dilla, Ar Ruum, Mbak Ummu, Intan, Firda, Fina, Erwin, Teteh, Wulan, Akhmat, Eko, Eko RD, Yogi. Tak lupa juga keluarga besar WISC dan PLC. Karena kalian mengajariku arti berhijrah yang sesungguhnya.
Terimakasih untuk Sohibul Khoir, lingkaran hijrah selanjutnya. Mbak Nurha, Dilla, Erwin, Nana, Nudiya.
Terimakasih Novik untuk dua tahun yang menjadi teman sebangku di Sepatu. Perjuangan dan sejarh hidupmu membuat karaktermu terbentuk seperti sekarang ini. Be Brave! Nenek, Kurnia Ika Pangesti terimakasih telah mengajariku banyak hal tentang hidup di sini, nenek yang memberi tahu kepanjangan dari prihatin, perih ing batin. Ya kita memang harus prihatin dulu sebelum merasakan seneng.
Untuk Rempongers, Novik, Vines, Cinthya, Mbak Atin, Lida, Dilla, Nana Needa, Nana Nadhila, Lani. Terimakasih untuk waktu kalian yang selalu ada buat kita semua, belajar, kongkow, cerita. Keep rempong! :) Makasih juga, karena kalian selalu boncengin aku di saat kita pergi ke mana-mana,
Terimakasih untuk keluarga besar Candradimuka Candrakirana, Prita, Nana, Nita, Dinta, Dilla, Bustomi, Faris, Lulut, Ganis, Dini, Mbak Atin, Lida, Novik, dkk. Perjuagan kita ditempa di gunung Ungaran dan kembali untuk korsa SMA 1 Wonosobo.
Keluarga besar Les Perles Arte, Tsani, Lida, Mbak Atin, Ibumb, Jodi, Agung, Ar Ruum, Mbak Ummu, Wida, Manda, Ria, Hilmi, Dini, Agis, Humam, Kalian mengajariku bagaimana menjadi crew film amatir yang profesional. Yang mengagetkanku membawa film pertama kita ke kancah nasional.
Keluarga besar sepatu, terimakasih untuk 2 tahun yang luar biasa. Tak ada kelas lain yang ngalahin keluarga kita.
Terimakasih semuanya, inilah gerbangku menuju kehidupan rantau, di kota hujan.
Terimakasih untuk Pakdhe Didik, Budhe Siti, Mas Adi, Mbak Asti, yang direpotkan keluarga kami saat pindahan menuju Bogor.
A5 Sylvasari, mengawali petualanganku di kehidupan kampus hijau ini. Terimakasih Aris, Windi, Mega, Karimah, Vina, Sahara, Uput. Kalian mewarnai kehidupanku satu tahun di TPB. Love 222-223.
Terimakasih A5, Ummi, teteh, ceu Anis, ceu Pipeh, ceu Mila, ceu Uswah, ceu hepy, Emma, Melli, Fatimah, Dilla, Rizna, Indah, Eka, keluarga besar A5 2013-2014. Jaya di Rimba Wibawa di Kota. Terimakasih telah mengajariku banyak hal, ragam budaya karakter, menyatukan kepala, membuang ego, mendewasakan diri.
Untuk Laila, Muti, Ayu, Bintang, Resti, Nisa, Sri, Atqiya, Eka, Bu Nia. Kalian luar biasa, keep tawazun and istiqomah. Bertahan di jalan ini, :)
Terimakasih Bu Neneng yang udah membimbing kami, Nita, Mesay, Nida, Yeni, Inas, Lestari, Hana selama satu tahun pertama ini.
Palawija, terimakasih telah bertemu kalian orang-orang keren, yang kadang bikin aku jadi minder karena aku tak sekeren kalian. Nita, Dwi, Medina, Mulya, Risko, Alik, Indra, Sonef. Masih berharap agar bisa sebanding kalian yang keren-keren.
OSOK, One Shoot One Kill atau apalah sekarang Gold Heroes namanya, Cholis, Mulya, Fenny, Fikri, Reza, Panji, Fathan, Arip, Zaki, terimakasih telah mengajariku bagaimana arti memahami, dipahami, profesionalitas, pentingnya menjadi diri sendiri, membuang ego pribadi, dan pentingnya arti memaklumi.
Komdis MPKMB 51. We are strong solid! di sini aku belajar tegar menghadapi seluruh keadaan dan seluruh beban di dalam diri. Menempa diri selama berbulan-bulan agar bisa menjadi teladan bagi seluruhnya.
Untuk Anput, teman seperjuangan di kosan, terimakasih telah mendengarkan semua keluh kesahku setiap hari.
Teman-teman Pondok Bungsu, terimakasih telah memperkenankan aku belajar memahami kehidupan yang sebenarnya. Apa itu tujuan hidup hingga mempersiapkan kehidupan selanjutnya kelak. Terimakasih Ina (almarhumah), Manda, Anput, Rosita, Rizna, Eka, Alifah.
Terimakasih mbak Beqi, yang udah mau dengerin semua keluh kesah kami. Terimakasih teman-teman ketjeh, Nida, Nita, Mesay, Cholis, Yeni, Ade, Vani, Mbak Anik, Laila, Giga, Hana, Inas, Lesatri telah menjadi teman yang mengerti satu sama lain di kala senang maupun susah.
Terimakasih Pirates! Perfection of Gold Statistics! terimakasih untuk kebersamaannya selama ini, bantuannya di bidang akademik, keluarga di IPB ini. Semangat yang selalu tinggi untuk meraih hasil tinggi. Doakan aku agar bisa keren seperti kalian yang nilainya selalu tinggi. :)
Terimakasih keluarga TAR, Taman Akar Rumput. Sungguh mulai komunitas yang kalian bentuk ini. Ingin menumbuhkan cinta pertanian sedini mungkin terhadap anak negeri. Terimakasih, Cholis, Medin, Nita, Indah, Vani, Bila, Angga, Fikri, Kak Rizal, Zaid, Hammada, Adam, Kak Zein, Kak Haekal, Kak Adit, Ojan, kak Robbi. Kalian mengajariku arti sebuah perjuangan dan keikhlasan.
Terimakasih untuk BEM FMIPA Kabinet Iridescent. Tempatku menempa diri di kehidupan fakultas ini. Terimakasih Kak Fajar, Kak Fahmi atas kesempatan yang diberikan. Terimakasih Kak Ocy, Kak Mega yang tak pernah bosan dengan celotehanku setiap hari. Terimakasih Desii teman seperjuangan di STK juga, kuharap kamu tak pernah bosan bertemu denganku dari awal masuk IPB ini. Terimakasih Iridescent telah mempersilakan aku untuk mengenal orang-orang hebat yang ada di dalamnya, yang ingin aku sebutkan satu-satu. Izinkan aku bergabung tertawa bersama kalian hingga nanti. Belajar bersama memahami sebuah perjuangan.
Teman-teman Frozen, Fanta, ESS, Super, Fusi. Sigit, Elsa, Fikri, Henni, Reza, Kak Pupu, Kak Iben, Kak Fahmi, Mbak Atikah, Mbak Iin, Kak Baim. Terimakasih telah mengajarkan aku menjadi manusia baik, walaupun aku tak pernah bisa sebaik kalian.
Buat Mbak Husna, yang besok bakal jadi teman kosan, terimakasih udah memahami aku yang sering random ini.
Adik adik asistensi, Rizka, Endah, Elsa, Nurul, Dewi, Sita. Terimakasih telah menguatkan kakak. Semangat yang tiada henti.
Terimakasih semuanya, yang tak bisa kesubt satu-satu namanya. Terimakasih telah menjadi guru dalam hidupku.


0 komentar:
Posting Komentar