Sabtu, 07 Maret 2015

Aku Iri pada Perempuan itu

Diposting oleh taranurfathiw 0 komentar
Perempuan itu 
Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah binti Abu Bakr Ash Shiddiq, sesosok perempuan tangguh dibalik perjuangan Rasulullah Salallahu ‘Alaihissalam. AIsyah, perempuan yang sangat dicintai baginda Rasul. Aisyah perempuan mungil yang begitu cerdas mengikuti setiap langkah perjuangan beliau. Aisyah yang membuat cemburu jutaan perempuan dunia akan keberuntungannya bersama baginda. Aisyah, perempuan yang dinikahi baginda Rasul pada usia 7 tahun dan harus ditinggal wafat beliau dalam usia beiia 18 tahun. Parasnya begitu cantik, perempuan yang dikatakan Jibril dalam kedatangannya menemui Rasulullah bahwa kelak beliau akan meminangnya dalam ikatan janji suci. Satu-satunya istri Baginda Rasul yang dinikahi tatkala masih gadis. Perempuan cerdas yang banyak meriwayatkan hadits Rasulullah, dan menjadi rujukan-rujukan setelah baginda wafat.
Bunda yang satu ini memang sukses membuat perempuan-perempuan di seluruh dunia cemburu. So, siapa sih yang tidak ingin menjadi seperti secantik Aisyah ra yang dikenal dengan pipinya yang sering kita sebut humaira. Sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk senantiasa belajar dari beliau, berusaha menjalankan peran sebaik-baiknya. Berusaha menjadi perempuan tangguh yang tak kenal lelah. Menjadi perempuan yang dicintai karena taatnya pada agama. Menjadi sesosok yang surga rindu ditapaki olehnya.
aamiin

Jangan Salahkan Mereka

Diposting oleh taranurfathiw 0 komentar
Terkadang kita terlalu menuntut keadaan untuk menjadi sempurna. Padahal kita tak lebih dari hina. Hina akan keadaan tak tahu diri dalam hidupnya. Terkadang ego lebih tinggi bersemayam jauh dalam sanubari menggawangi tindakan sesuka hati. Jangan salahkan mereka! Mereka yang kita sebut saudara kita. Mereka yang mengulurkan tangannya untuk kita berdiri (lagi). Mereka yang rela meminjamkan bahunya untuk kita bersandar.
Seribu pemakluman harus kita pasang untuk mereka, sekali lagi jangan pernah salahkan mereka. Salahkan diri kita sendiri. Mungkin nama mereka tak pernah kita sebut dalam khusyu’nya doa kita. Mungkin ego kita dalam doa masih terlalu tinggi. Mungkin mata batin kita masih tertutup hingga mengingat mereka saja kita rasa tak mampu.

Karena prasangka buruk itu tak butuh alasan untuk menyapa tuannya. Jangan pernah menyalahkan keadaan. Salahkan diri kita sendiri yang mungkin kurang instrospeksi diri. 
 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review