Selasa, 22 Juli 2014

Begitu Berartinya Engkau untukku...

Diposting oleh Anonim 0 komentar


Sesuatu yang melayang meski tak punya sayap
Ada yang menerangi tapi juga membuatnya gelap
Sajadah panjang, permadani yang beratapkan langit
Sebagai kuasa-Nya berpijak, melangkah, telusuri hidup

Mata yang memandang bagai hamparan luas tak ada batas
Jika hati yang melihat hanya titik-titik kecil di antara yang kecil
Sajadah panjang, permadani yang beralaskan tanah
Sebagai ketentuan-Nya bersandar, berlari, teduhi hati

Meskipun kehampaan takkan membuatku diam
Hingga ujung waktu menutup rapat mulutku
Hingga saatnya tiba menutup rapat mataku
Menuntun langkah kembali pada-Nya
Akhir yang menjadi awal duniaku yang penuh warna
Ku menunggunya... hingga hatiku puas...
Terbang tinggi melayang...

Butiran bening ini adalah air mata
Yang menjadi tangis terisak
Bukan karena sedih meratap... hanya...
Di sudut remang malam ini ada yang merasuk jauh...
Sangat dalam begitu dalam...

Rabb aku bukan takut akan kepastian-Mu
Aku hanya membenci diri ini
Yang tak pernah lurus dengan seribu nasihat dalam kitab-Mu
Engkaulah yang lebih tahu baik buruknya aku

Kesepian ini takkan merapuhkan jiwaku
Hingga ajal menghapus segalanya
Hingga maut menjemput kekalahan yang tertunda
Ku merindukannya... di sini...
Saat-saat menghadap-Nya
Kan ku katakan di setiap bintang yang kulewati
Begitu berartinya Engkau... untukku...

Minggu, 13 Juli 2014

Rindu

Diposting oleh Anonim 0 komentar
Rintik hujan ini yang selalu kutunggu

HI 120714

Diposting oleh Anonim 0 komentar





Perjuangan kita, tak seberat saudara kita di Gaza sana… Anak selucu itu, selugu itu harus berjuang… Detik demi detiknya mereka lalui dengan siap siaga…
teruntuk WISC, semoga suatu saat nanti kita bisa berjuang full formation... ;)

Cukup Allah saja

Diposting oleh Anonim 0 komentar


“Biarlah Allah saja yang menyemangati kita, sehingga tanpa sadar setiap peristiwa menjadi teguran atas kemalasan kita. Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita, karena perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan, semoga Allah menjadikan kita pribadi yang bermakna, pribadi yang saat berbaur mampu menyemangati yang lain, dan saat sendiri mampu menguatkan dirinya sendiri.”
Sekilas terasa bergidik membaca kalimat itu melalui sebuah layanan pesan singkat yang biasa disebut dengan SMS (Short Message Service). Hati ini terasa terpukul, raga ini tersentak, pikiran yang tadinya melambung tinggi bersama mimpi akhirnya siap terjun terhempas sang bayu. Amanah ini, janji ini bukan persoalan dunia lagi, melainkan pertanggungjawabannya nanti, di hadapan Allah swt kelak. Sadar tak sadar mengapa akhir-akhir ini kita sibuk dengan apa yang mereka ucap dan belum tentu kebenarannya. Cukup Allah bagi kita, yang menilai seluruh amal perbuatan kita.

Selasa, 08 Juli 2014

They are so Special

Diposting oleh Anonim 0 komentar
Biar Allah yang akan membalas semua perjuanganmu di dunia ini...

“Jalan cinta para pejuang adalah jalan dimana kita mendengarkan suara nurani. Bukan untuk mendayu-dayu atau melankolik. Tetapi untuk bersikap tepat pada suatu saat, sepenuh jiwa, sepenuh raga”

“Kepekaan untuk mendapatkan kebenaran itu tak kita peroleh dengan serta merta. Tapi dari perjuangan menjaga kesucian hati. Dari perlawanan yang gigih terhadap hawa nafsu dan kemaksiatan. Juga dari dialog yang terus menerus dengan nurani, meski dalam tanya jawab yang sunyi. Hingga ia mengenali dengan jelas asal dan arah berbagai bisikan, hingga ia tak tertipu oleh bahaya-bahaya yang bertopeng kebaikan”
Ust. Salim.A.Fillah~Jalan Cinta Para Pejuang

Kamis, 03 Juli 2014

Isi Ulang Stok Semangat

Diposting oleh Anonim 0 komentar


Membuka file lama itu ibarat berjalan dalam lorong waktu. Berjuta kenangan dalam seluruh peristiwa tersibak di dalamnya. Aku menemukannya, file itu, ya file dokumen word untuk ayahku. Ketika kubaca, kurasakan desiran darah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Surat 2 lembar sebagai penguat argumentasiku untuk jihad ilmi di Institut Pertanian ini. Ada getar semangat dalam katanya, ada secercah impian dan harapan yang harus segera terwujud. Ini merupakan langkah awalku meraih kesuksesan.
Teringat suatu malam, isakkan tangis itu menemani jemari menari dalam menerangkan seluruh isi hati. Hati kecilpun berharap seluruhnya bisa terwakilkan dalam surat itu. Tulisan itu menjadi wakil ekspresi yang merangkum seluruh harapan, angan, dan cita-cita. Rasa was-was itu pasti, namun ini adalah bagian dari usaha. Kini hampir satu tahun sudah diri ini menggenggam berjuta harapan, amanah orang tua sebagai konsekuensi dari apa yang telah terpilih.
Berjuang membawa harapan, berusaha untuk mewujudkannya. Aku sulung dari 4 bersaudara, harapan itu pasti tertuju padaku sebelum adik-adikku beranjak dewasa. Semangat itu bagai air laut, kalau tidak pasang mungkin sedang surut. Pada intinya aku harus sadar diri, memahami siklus diri ini. Kapan saatnya harus menanggapi semangat yang kadang mungkin lebay, atau bagaimana harus mengisi ulang semangat ketika stok semangat sedang low. Oleh karena itu, sering-sering luruskan niat, ingat apa tujuan awalnya. Jangan pernah putus asa, Man Jadda wa Jadda!!!
 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review