Kamis, 21 Mei 2015

Kepadamu Jika Aku Menang ataupun Kalah

Diposting oleh taranurfathiw
Kompetisi adalah ajang yang menjanjikan kemenangan dan kekalahan. Menang dan kalah dalam sebuah pertandingan adalah hal yang lumrah. Ada pihak yang merasa bangga atas presatsinya yang disebut sebagai pemenang. Pihak yang lain bisa disebut juga pihak yang kalah. Selama ini persepsi yang diterima umum adalah seperti itu adanya.
Menang merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi yang meraihnya. Jarang sekali kita melihat orang bersedih atas kemenangannya. Kalaupun ada yang menangis, anggapan umum selama ini adalah itu yang disebut terharu. Terharu atas prestasi yang berhasil ditorehkan. 
Pada lain sisi, ada pihak yang mungkin (maaf) berada pada posisi kekalahan. Sedih mungkin sudah menjadi kepastian. Bahkan mereka sering menghibur dirinya dengan nyanyian yell yell pembangkit semangat. Tak jarang pula terselip kalimat menang sudah biasa kalah pun tak apa. Wah berjiwa besar sekali anda! Selain ungkapan penghibur, kita juga harus tahu bahwa ternyata memang masih ada yang lepas kendali. Istilah lainnya tidak menerima hasil kenyataan.
Padahal menang dan kalah adalah suatu hal yang berpasangan. Mereka ada untuk saling menjaga keseimbangan dan kesetimbangan. Menang dan kalah bukan suatu masalah besar. Menang dan kalah adalah soal hati dan persepsi.  Keduanya bersama dan tak pernah terpisahkan. Meskipun hidup berkesinambungan, tapi mereka berdamai. Meski banyak orang ricuh karena persoalan ini, tapi menang dan kalah adalah sahabat sejati.
Menang dan kalah adalah soal hati. Soal hati menerima ujian. Apakah kita bisa adil menyikapinya? Jangan salah, kemenangan adalah salah satu ujian, pertanda kita bersyukur atau malah takabur. Menjadikan kita sebagai ibarat padi yang semakin merunduk atau Cakil  yang selalu mendongakkan kepalanya. 
Kalah bukan berarti salah. Kalah bukan berarti lemah. Kalah mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dan mengerti apa arti dari bangkit. Sifat manusia lumrahnya begitu, perlu dihajar sampai jatuh dulu, baru tahu rasanya mencoba berdiri. Kalah adalah suatu persepsi bahwa ada kemenangan yang mungkin tersembunyi atau belum diberi. Mungkin juga suatu pertanda untuk kita mencari kemenangan yang dinanti.
Kalah itu bukan hal yang salah. Yang salah adalah mereka yang menyerah sebelum mau berusaha. Lesu sebelum tahu hasilnya. Pesimis di setiap langkahnya. Bosan di setiap aktivitasnya. Mencela pada ketaksukaannya. Maaf kalau kalimat ini terlalu teoritis. Hanya mengingatkan saja bahwa menyerah sebelum bertanding itu adalah kalah yang sesungguhnya. Kalah setelah pertandingan makna lainnya menang dalam segi menerima kenyataan apabila diterimanya kekalahan itu dengan lapang dada.
Hidup ini mengajarkan kita untuk selalu sportif dalam menjalankannya. Bukan hanya di pertandingan, tetapi juga di kehidupan nyata. Memainkan peran kehidupan dengan sebaik-baiknya dan selayaknya kita menjadi pemain. Menjadikan kita pemenang-pemenang yang sesungguhnya. Seperti saat kita dilahirkan, kita adalah pemenang dari jutaan sel lainnya. 
Oke, mulai sekarang ciptakan permainanmu dengan sebaik-baiknya. Mainkan peran dan bermainlah dengan adil dan sportif. Jadilah pemenang sejati!
Bogor, 21 Mei 2015 22.47 p.m.

0 komentar:

Posting Komentar

 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review