Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan. Bumi dengan langit, siang dengan malam, sulit dengan mudah, laki-laki dengan perempuan, bahkan susah dengan senang.Hingga siang ini, hati ini masih terasa kacau akibat ujian dua mata kuliah tanpa jeda. Yap, mikroekonomi dan aljabar matriks. (Jujur aja sih, sempet nangis tadi). Bukan karena aku luput dalam mengerjakan, ini soal menekuni dan mensyukuri. Selama satu semester ini rasanya banyak hal yang harus diperbaiki. Tentang semangat, ketekunan, keuletan, keseimbangan, kesetimbangan kehidupan.
Aku menangis di sudut tempat ibadah itu. Malu dengan semua yang hadir disitu. Malu pada diri sendiri tentu. Aku masih menyesali, ke mana satu semester kemarin? Hanya itu yang terlintas di otakku. Apa yang harus aku pertanggungjawabkan atas amanah orang tua ini. Pernah, sempat aku bilang, perbedaan mahasiswa satu dengan mahasiswa lainnya dalam hal prestasiya adalah dalam manajemen dirinya. Itu yang sering aku ucap dengan rekan-rekan kulahku.
Aku masih terisak di tengah penyesalan. Seharusnya aku bersyukur, Allah masih menegurku lewat berbagai cara. Mungkin, dengan cara ini aku bisa merasakan bagaimana cara berdiri (lagi). Mungkin selama ini aku tak pandai bersyukur, hingga Allah ingin aku lulus ujian dari-Nya untuk bersyukur. Mungkin dengan peristiwa ini, aku bisa mengambil hikmah-hikmah lain yang masih tersembunyi.
Cukup sudah, aku sudah lega melalui tangisan ini. Ya, life must go on! Menatap ke depan itu wajib! Menoleh ke belakang itu perlu. Back to the first point. Aku masih harus tersenyum berada di tengah sahabat yang sangat peduli denganku. Selalu mensuport dan saling peduli. Ini cara Allah menunjukkan kuasa-Nya. Yaa, kadang tanpa sadar di balik kesulitan pasti ada kemudahan. Seperti kataku tadi, selalu ada pasangannya, di balik kesedihan pasti ada kesenangan. Dan di balik peristiwa pasti ada hikmahnya.
Jadi, pasangan dari peristiwa dalam hidup ini yaa hikmah. Segala sesuatu tentu ada hikmah, pelajaran yang dapat kita petik. Well, semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih bijak dalam menjemput pasangan peristiwa tadi, hikmah.

