Adikku sang kreator peradaban,
kalian adalah yang kami tunggu. Selama berbulan-bulan kakak-kakakmu mempersiapkan
dengan sungguh-sungguh untuk menyambutmu. Setiap hari mereka menantikan sang kreator
masa depan menginjakkan kaki di kampus rakyat ini.
Adikku sang kreator peradaban, tibalah
masanya ketika kakimu menjejakki sudut kehidupan kampus. Inilah masa transisi
dari dunia sekolah menengah atas menuju kehidupan perkuliahan. Kehidupan baru
di dunia yang baru. Merasakan hangatnya bertemu teman seperjuangan dari
berbagai pelosok negeri. Menghirup aroma percampuran budaya di setiap lorong
asrama. Bertemu ribuan kepala dengan berbagai macam ide-ide yang brilian.
Adikku, tak sedikit darimu rela
tinggal berjauhan dengan orang tuamu. Belajar mengatur hidup agar menjadi
pribadi mandiri. Kami percaya orang tuamu pasti menaruh harapan besar di
pundakmu. Harapan yang sama yang akan dilakukan oleh setiap orang tua di dunia.
Berharap buah hatinya bisa menggapai cita-cita yang diimpikannya. Lebih dari
itu semua, orang tua kalian pasti menginginkan putra putrinya menjadi pribadi
pandai dalam segala hal. Pandai dalam akademik, pandai bertata laku yang baik,
pandai bersosialisasi, pandai memilah mana yang baik dan buruk, pandai memilah
mana yang bermanfaat atau tidak, kemudian pandai mengatur waktu dan
kehidupannya kelak.
Adikku, sekarang kalian sudah
melewati masa pengenalan kampus mahasiswa baru. Hal yang sama pula telah kami
lewati satu tahun lalu. MPKMB yang terlaksana tiga hari di kampus IPB tercinta
ini. Sudah barang tentu kalian tak asing lagi dengan kakak skeeper dan kakak
komdis. Mungkin kalian beranggapan kakak skeeper itu ramah dan baik, memang benar,
itu tidak salah. Dan kakak komdis itu jarang senyum bahkan mungkin terlihat
kaku, ya memang benar, itu tidak salah juga. Dalam sebuah keluarga skeeper itu
ibaratnya ibu dan komdis itu ibaratnya ayah. Orang tua selalu mempunyai harapan
agar buah hatinya bisa menjadi pribadi yang baik. Sama halnya dengan skeeper
dan komdis, mempunyai satu tujuan yang sama, hanya mungkin caranya berbeda.
Adikku mahasiswa baru angkatan
51, yang semua orang menyebutmu Kreator Peradaban. Kami harap kalian tak salah
paham akan kedatangan kami saat-saat di penghujung acara tiap harinya. Bukan
maksud hati mengusik ketenangan, kenyamanan duduk manismu. Ketika pembicara
menyampaikan materi, kurasa kalian akan mudah mendapati kami. Berusaha jeli
memastikan tak ada yang tertidur ataupun asik berceloteh dengan kawannya.
Adikku, jika yang lain mungkin
mudah mengutarakan perhatiannya terhadap kalian. Mungkin cara kami ini adalah
cara memeluk kalian dari jauh. Ingat, seorang ayah tak akan rela buah hatinya
terluka sedikitpun. Maka dari itu, mungkin perjalananmu dari asrama menuju
Gedung Graha Widya Wisuda sedikit terusik oleh kami yang sering mengingatkan
ini dan itu. Adikku, semua ini bukan karena kami tak suka dengan kalian, namun
ini cara kami mengutarakan perhatian kepada kalian.
Adikku, semoga kalian bisa bijak
menghadapi semua yang terjadi. Kini kalian dan kami sama-sama mahasiswa yang
sedang berjuang menuntut ilmu di Insititut Pertanian Bogor. Berusaha mewujudkan
impian dan cita-cita kita masing-masing. Mengemban amanah dan harapan orang
tua. Kita belajar bersama menjadi insan yang senantiasa bisa belajar dari
setiap peristiwa. Pribadi yang berkarakter di manapun kita berada hingga mampu
membedakan jalan mana yang harus diambil dengan keputusan bijak. Selamat
berjuang kreator peradaban, bahteramu kini telah mengembangkan layarnya untuk
mengarungi hantaman ombak di samudera. Mari bersama berjuang meng-create peradaban yang lebih baik.


