Kali ini lagi posting tugas-tugas terus nih... Tugas yang ini masih tugas 6 Interdept Penerapan Komputer...
Cek di sini
Selasa, 25 Maret 2014
Minggu, 16 Maret 2014
Tugas Penerapan Komputer ke-5
Selamat hari Senin semuanya, itu artinya besok adalah hari selasa yang artinya, deadline tugas Penerapan Komputer. Praktikum kemarin kita mendapat materi tentang prgram pengolah data, spesifiknya kita belajar Ms Excel. Nah, kali ini saya akan memposting tugas praktikum Penerapan Komputer yang kelima, apa itu?
Cek di sini
Cek di sini
Categories
Tugas Penerapan Komputer
Minggu, 09 Maret 2014
Sabtu, 08 Maret 2014
Masa Depan Bangsa Ini, Tanggung Jawab Siapa?
Indonesia negeri yang amat kaya. Indonesia harus bangga
dengan seluruh aset yang dimilikinya. Dari aset kekayaan alam, budaya, maupun
penduduknya Indonesia adalah rajanya. Maka tak heran jika puluhan tahun silam
negeri kincir angin melirik negeri kita untuk dijadikan sumber mutiara bagi
mereka. 3,5 abad lebih kita diperbudak, siapa bilang rakyat Indonesia hanya
diam? Tentu rakyat bergejolak, menuntut haknya untuk merdeka.
Hampir 68 tahun Indonesia mengibarkan bendera
kemerdekaannya, jika diorangkan mungkin usia 68 tahun itu setara dengan kakek
atau nenek yang sudah pensiun dari jabatannya, menikamti masa tuanya. Dan
keadaan pun sama dengan merdeka setua usianya.
Melihat fakta yang ada di masyarakat, nasionalisme
kemerdekaan sudah jarang dijumpai
terlebih dihargai. Bukan penghargaan seperti harus berjuang perang seperti
zaman penjajahan dulu. Tapi lebih pada rasa tanggung jawab sebagai penduduk
Indonesia yang hanya bisa menikmati setelah kemerdekaan itu didapat? Rasa
tanggung jawab, nasionalisme, memiliki, cinta tanah air pun sekarang sudah
semakin luntur di hati para penduduknya sebagai penerus cita-cita bangsa.
Pernah mendengar “Masa depan bangsa adalah tugas para
pemuda?” Betul sekali, Namun kebanyakan orang menilai pemuda sekarang cenderung
acuh dengan masa depan bangsa. Padahal kita tahu, maju bobroknya bangsa ada di
pundak kita semua. Ibu petiwi sedang menangis menyaksikan kita yang tak pernah
memperdulikannya.
Lagu nasional “Ibu Pertiwi” cocok untuk mengiringi keadaan
kita saat ini
Kulihat Ibu Pertiwi, sedang bersusah hati
Air matanya berlinang, mas intan yang kau kenang
Hutan, gunung, sawah lautan, simpanan kekayaan
Kini Ibu sedang lara, merintih dan berdoa
Apakah semua ini murni salah pemuda yang tak pernah berfikir
akan masa depan bangsa? Lihat saja fenomena sekarang ini, di jajaran petinggi
negeri, pemerintah pun banyak yang bertindak tak jujur seperti halnya korupsi.
Wakil rakyat juga banyak yang tak mendengarkan suara rakyat. Mereka membuat
peraturan yang mereka sendiri sebagai pelanggarnya. Di sisi lain rakyat hanya
bisa mengeluh terus, tanpa ada usaha untuk memperbaiki hidupnya. Lebih dari itu
semua kriminalitas merajalela tetapi aparat negara tak menghiraukannya.
Siapa yang harus kita salahkan melihat fenomena yang terjadi
saat ini?
Terlalu banyak ketidakkompakkan di sana sini, mana yang harus
dijadikan pemuda sebagai panutan? Lalu, masa depan bangsa itu tanggung jawab
siapa?
Seharusnya dari dulu kita menyadari bahwa dalam teorinya,
masa depan bangsa adalah tanggung jawab seluruh elemen penduduknya. Ya memang
betul, tak salah jika teori itu diterapkan. Sebagai pemuda yang dalam usia
produktifnya bangkit untuk memajukan bangsa. Bukan bangkit dalam hal ikut
menyelesaikan masalah korupsi, politik atau permasalahan sebangsanya yang
sering kita lihat di televisi. Akan tetapi kita cari cara lain yang lebih
kreatif demi memajukan bangsa.
Contohnya saja dalam hal ilmu pengetahuan atau bidang
kesenian. Pemuda memang belum sanggup
mengatasi permasalah korupsi, politik, pemerintahan yang terjadi saat ini. Namun
pemuda punya segudang kreasi untuk memajukan Indonesia ini. Indonesia itu
negeri yang amat kaya. Kenapa harus dipersulit dengan modernisasi dimana-mana.
Harusnya kita bisa memafaatkan apa yang ada.
Dengan begitu mungkin para petinggi negeri akan tersadar,
bukan hanya mereka yang tinggal di negeri ini, tetapi ada penduduk lain yang
lebih penting dipikirkan selain masalah mereka selama ini. Sebenarnya patut
kita contoh para pahlawan yang dengan aksinya memperjuangkan negeri ini ketika
zaman penjajahan dulu. Negeri ini tak akan bangkit hanya dengan segudang
peraturan undang-undang dan duduk merapat setiap hari di gedung mewah ber-AC. Lebih
dari itu semua, AKSI!
Rabu, 05 Maret 2014
Cintai yang Kita Lakukan, Lakukan yang Kita Cintai
Pensil
menari indah dalam dekapan salah seorang siswa salah satu sekolah menengah.
Dalam perkataanya belajar itu bisa disalurkan melalui aktivitas yang
disukainya, hobinya, kegemarannya menurutnya menulis adalah hal yang sangat
disukainya.
Belajar
sesuai hobi memang sangat tepat untuk mengembangkan potensi diri dalam kegiatan
belajar siapapun pelakunya. Jika kita telah menyukai suatu kegiatan tersebut
maka kita akan merasa optimal dalam melakukan kegiatan tersebut.
Kegiatan
dalam hal ini meliputi kegiatan yang bersifat positif. Kegiatan yang memberikan
dampak atau perubahan yang lebih baik dari pribadi kita masing-masing. Kegemaran
terbukti ampuh untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mengembang
keterampilan setiap individu. Bukan hanya semata karena alasan terpaksa atau
sebuah kewajiban serta konsekuensi
sebagai seorang peserta didik.
Sebenarnya terdapat beberapa
hal yang dapat kita pergunakan untuk mengoptimalkan potensi diri yang
dipergunakan untuk meraih prestasi, tetapi sebelum itu untuk mengembangkan
potensi diri perlu adanya pengenalan potensi diri. Dapat dilakukan berbagai
cara, perenungan diri, berlatih semua hal (dipilih mana yang paling disukai),
bertanya kepada teman maupun keluarga
sebenarnya bakat yang dimiliki kita itu apa untuk menunjang prestasi, serta dapat
mengikuti tes potensi diri.
Beberapa hal yang dapat kita
pergunakan untuk mengoptimalkan potensi diri sehingga dapat meraih prestasi. Salah satunya yang diulas singkat sebelumnya
yaitu kegemaran atau sering disebut hobi.
Misalnya, kita memiliki hobi menulis, menggambar, bercerita, dan lain
sebagainya. Hal semacam itu dapat dikatakan suatau potensi yang kita miliki,
dan kita bisa mengembangkannya sehingga menghasilkan sebuah bahkan berjuta
prestasi bagi kita sendiri. Setidaknya cintai apa yang kita lakukan dan lakukan
apa yang kita cintai, dengan begitu kita akan merasa tenang dan santai dalam
menjalankannya, tanpa beban dan paksaan yang menghalang.
Selain itu dalam proses
meraih prestasi juga diperlukan sebuah motivasi yang luar biasa, sehingga dapat
mengubah dan memberi semangat bagi kita untuk terus berjuang mengembangkan
potensi diri untuk meraih prestasi.
Sebenarnya prestasi apa yang
kita inginkan kalau hanya diucapkan begitu saja, nanti pasti lupa. Diperlukan
sebuah tindakkan nyata untuk mengembangkan, seperti berlatih, belajar, dan lain
sebagainya,
Setiap manusia memiliki
potensi diri yang berbeda-beda. Dalam mengembangkan potensi diri tidak
semata-mata karena orang tersebut barbakat atau berpotensi untuk menjadi yang
terbaik, sempurna dalam segala hal. Ingat sebuah kalimat asing, Everyone born to be genius. Kalimat
tersebut dapat dimaknai bahwa setiap orang lahir dengan potensi dan kecerdasan
luar biasa.
Setelah kita mengetahui
potensi diri yang kita punya lantas hanya sekedar tahu atau merasa santai
karena sudah berbakat dalam bidang tersebut. Semua potensi itu harus
ditindaklanjuti sesuai porsi dan jatahnya. Kita harus berlatih terus menerus,
dan menunjukkan diagram yang menaik sehingga prestasi dapat tercapai.
Tak lepas dari mengembangkan
potensi diri, berawal dari mengenali, mengasah potensi perlu dibarengi pula
suatu sistem yang mendukung secara rohani yaitu berupa, keinginan, semangat,
dan yang sangat perlu yaitu kejujuran dalam proses menuju prestasi. Seperti
yang dipaparkan pada hukum kekekalan massa, bisa dimaknai energi yang
mempengaruhi sama dengan energi yang dipengaruhi. Contohnya, suatu kegiatan
yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, tanpa beban, sesuai prosedur, tanpa ada
tindak kecurangan akan membawa kita kepada hasil yang memuaskan, jika tidak
memuaskan berarti kepuasan itu akan menjadi tabungan bagi kita untuk berhasil
kemudian hari. Akan tetapi ketika suatu kegiatan tersebut diwarnai dengan
praktek kecurangan seperti tidak jujur, maka hasil yang kita dapat adalah nilai
minus atau berkurang, diibaratkan seperti hutang. Hutang harus dibayar, bisa
jadi jalan kita menjadi berhasil meraih prestasi menjadi terhambat dan terputus
oleh tindak kecurangan.
Selain itu ada beberapa hal
yang tidak boleh terlupakan yaitu berdo’a dan berusaha sesuai keyakinan
masing-masing. Kuncinya mengembangkan potensi untuk meraih prestasi yaitu
berkeinginan kuat, bersemangat, berdo’a, kenali potensi, berlatih, beraksi.
Penyesalan Diri
Lembaran usang kubuka kembali. Kini aku kembali untuk menulis lagi, setelah sekian lama ku meninggalkannya. Aku merindukan dahulu, aku yang selalu bersemangat menuliskan seluruh ceritaku, merangkaikan barisan alfabet menjadi sebuah kata, paragraf yang cantik. Omong kosong apabila aku hanya bermimpi menjadi penulis besar, sedangkan rasanya enggan hanya untuk menuliskan sebuah dua buah paragraf. Itulah sebabnya aku harus banyak belajar! ulangi dari nol? Oke, kenapa tidak. Itu hukuman untukku yang telah meninggalkan dunia tulis menulis beberapa tahun lalu. Aku harus mengejar ketertinggalanku. Setidaknya pipiku harus kutampar, biar tahu rasanya. Aku harus belajar disiplin, kecewa bukan akhir dari segalanya. Percayalah, aku pasti bisa mengejar ketertinggalanku.
Sabtu, 01 Maret 2014
Izinkan Saya Memberitahukan, Betapa Indahnya Kota yang Membesarkan Saya
Berulang kali terlintas dalam benak saya, betapa indahnya
kota Wonosobo ini. Kota yang dahulu saya pijak setiap harinya. Udaranya yang
sejuk tersediakannya untuk saya setiap hari. Pemeandangan yang begitu indah,
yang membuat saya terkagum-kagum betapa hebatnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang
telah menciptakan semua ini. Sekarang saya tidak lagi merasakannya setiap hari.
Perjuangan untuk menuntut ilmu di Kota Huan ini seringkali membuat saya rindu
akan indahnya kota yang membesarkan saya. Meskipun bukan kota lahir saya, tapi
saya tetap bangga hidup di Wonosobo. Kali ini saya akan memperlihatkan
bagaimana keindahan itu tervisualisasikan melalui foto-foto yang pernah saya
ambil dan kumpulkan beberapa waktu lalu.
Foto lengkap bisa didownload di sini
Categories
Tugas Penerapan Komputer
Langganan:
Postingan (Atom)

