Sabtu, 26 Oktober 2013

Memoar Dandelion

Diposting oleh Anonim


Andaikan aku bisa bicara,
Kan kukatakan pada dunia bahwa aku sedang bahagia.
Bahagia yang kurasa diterpa udara pagi dengan embun yang menetes dari pucuk daunku.
Andaikan aku bisa bicara,
Kan kukatakan pada dunia bahwa aku sedang bersedih.
Bersedih untuk mempertahankan keadaanku di lereng tebing ini,
Hanya satu hentakkan saja bisa membuatku jatuh tak berdaya.
Andaikan aku bisa bicara,
Kan kukatakan pada dunia bahwa keyakinan ini tak kan berubah.
Aku masih seperti dulu, berdiam diri di tengah kerasnya kehidupan,
Bertahan dari kencangnya tiupan angin
Derasnya hujan yang siap membawaku terseok-seok bersama mereka.
Andaikan aku bisa berjalan,
Kulangkahkan kaki ini pada tempat di mana aku bisa berdiri kokoh menancapkan akarku yang tak terlalu kuat.
Andaikan aku bisa melihat
Kan kuberikan pada kalian
Betapa indahnya dunia yang sedang kupijak di tengah kerasnya bertahan di lereng ini.
Andaikan aku bisa bicara (lagi),
Dengan segala keterbatasan yang kupunya
Dan ketakberdayaan yang menjelma
Aku tak pernah berbuat apa-apa untuk kalian dan duniaku
Kan kutanyakan pada semua, “masihkah aku pantas memilih?”

0 komentar:

Posting Komentar

 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review