Pensil
menari indah dalam dekapan salah seorang siswa salah satu sekolah menengah.
Dalam perkataanya belajar itu bisa disalurkan melalui aktivitas yang
disukainya, hobinya, kegemarannya menurutnya menulis adalah hal yang sangat
disukainya.
Belajar
sesuai hobi memang sangat tepat untuk mengembangkan potensi diri dalam kegiatan
belajar siapapun pelakunya. Jika kita telah menyukai suatu kegiatan tersebut
maka kita akan merasa optimal dalam melakukan kegiatan tersebut.
Kegiatan
dalam hal ini meliputi kegiatan yang bersifat positif. Kegiatan yang memberikan
dampak atau perubahan yang lebih baik dari pribadi kita masing-masing. Kegemaran
terbukti ampuh untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki untuk mengembang
keterampilan setiap individu. Bukan hanya semata karena alasan terpaksa atau
sebuah kewajiban serta konsekuensi
sebagai seorang peserta didik.
Sebenarnya terdapat beberapa
hal yang dapat kita pergunakan untuk mengoptimalkan potensi diri yang
dipergunakan untuk meraih prestasi, tetapi sebelum itu untuk mengembangkan
potensi diri perlu adanya pengenalan potensi diri. Dapat dilakukan berbagai
cara, perenungan diri, berlatih semua hal (dipilih mana yang paling disukai),
bertanya kepada teman maupun keluarga
sebenarnya bakat yang dimiliki kita itu apa untuk menunjang prestasi, serta dapat
mengikuti tes potensi diri.
Beberapa hal yang dapat kita
pergunakan untuk mengoptimalkan potensi diri sehingga dapat meraih prestasi. Salah satunya yang diulas singkat sebelumnya
yaitu kegemaran atau sering disebut hobi.
Misalnya, kita memiliki hobi menulis, menggambar, bercerita, dan lain
sebagainya. Hal semacam itu dapat dikatakan suatau potensi yang kita miliki,
dan kita bisa mengembangkannya sehingga menghasilkan sebuah bahkan berjuta
prestasi bagi kita sendiri. Setidaknya cintai apa yang kita lakukan dan lakukan
apa yang kita cintai, dengan begitu kita akan merasa tenang dan santai dalam
menjalankannya, tanpa beban dan paksaan yang menghalang.
Selain itu dalam proses
meraih prestasi juga diperlukan sebuah motivasi yang luar biasa, sehingga dapat
mengubah dan memberi semangat bagi kita untuk terus berjuang mengembangkan
potensi diri untuk meraih prestasi.
Sebenarnya prestasi apa yang
kita inginkan kalau hanya diucapkan begitu saja, nanti pasti lupa. Diperlukan
sebuah tindakkan nyata untuk mengembangkan, seperti berlatih, belajar, dan lain
sebagainya,
Setiap manusia memiliki
potensi diri yang berbeda-beda. Dalam mengembangkan potensi diri tidak
semata-mata karena orang tersebut barbakat atau berpotensi untuk menjadi yang
terbaik, sempurna dalam segala hal. Ingat sebuah kalimat asing, Everyone born to be genius. Kalimat
tersebut dapat dimaknai bahwa setiap orang lahir dengan potensi dan kecerdasan
luar biasa.
Setelah kita mengetahui
potensi diri yang kita punya lantas hanya sekedar tahu atau merasa santai
karena sudah berbakat dalam bidang tersebut. Semua potensi itu harus
ditindaklanjuti sesuai porsi dan jatahnya. Kita harus berlatih terus menerus,
dan menunjukkan diagram yang menaik sehingga prestasi dapat tercapai.
Tak lepas dari mengembangkan
potensi diri, berawal dari mengenali, mengasah potensi perlu dibarengi pula
suatu sistem yang mendukung secara rohani yaitu berupa, keinginan, semangat,
dan yang sangat perlu yaitu kejujuran dalam proses menuju prestasi. Seperti
yang dipaparkan pada hukum kekekalan massa, bisa dimaknai energi yang
mempengaruhi sama dengan energi yang dipengaruhi. Contohnya, suatu kegiatan
yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, tanpa beban, sesuai prosedur, tanpa ada
tindak kecurangan akan membawa kita kepada hasil yang memuaskan, jika tidak
memuaskan berarti kepuasan itu akan menjadi tabungan bagi kita untuk berhasil
kemudian hari. Akan tetapi ketika suatu kegiatan tersebut diwarnai dengan
praktek kecurangan seperti tidak jujur, maka hasil yang kita dapat adalah nilai
minus atau berkurang, diibaratkan seperti hutang. Hutang harus dibayar, bisa
jadi jalan kita menjadi berhasil meraih prestasi menjadi terhambat dan terputus
oleh tindak kecurangan.
Selain itu ada beberapa hal
yang tidak boleh terlupakan yaitu berdo’a dan berusaha sesuai keyakinan
masing-masing. Kuncinya mengembangkan potensi untuk meraih prestasi yaitu
berkeinginan kuat, bersemangat, berdo’a, kenali potensi, berlatih, beraksi.


0 komentar:
Posting Komentar