Sabtu, 08 Maret 2014

Masa Depan Bangsa Ini, Tanggung Jawab Siapa?

Diposting oleh Anonim
Indonesia negeri yang amat kaya. Indonesia harus bangga dengan seluruh aset yang dimilikinya. Dari aset kekayaan alam, budaya, maupun penduduknya Indonesia adalah rajanya. Maka tak heran jika puluhan tahun silam negeri kincir angin melirik negeri kita untuk dijadikan sumber mutiara bagi mereka. 3,5 abad lebih kita diperbudak, siapa bilang rakyat Indonesia hanya diam? Tentu rakyat bergejolak, menuntut haknya untuk merdeka.
Hampir 68 tahun Indonesia mengibarkan bendera kemerdekaannya, jika diorangkan mungkin usia 68 tahun itu setara dengan kakek atau nenek yang sudah pensiun dari jabatannya, menikamti masa tuanya. Dan keadaan pun sama dengan merdeka setua usianya.
Melihat fakta yang ada di masyarakat, nasionalisme kemerdekaan  sudah jarang dijumpai terlebih dihargai. Bukan penghargaan seperti harus berjuang perang seperti zaman penjajahan dulu. Tapi lebih pada rasa tanggung jawab sebagai penduduk Indonesia yang hanya bisa menikmati setelah kemerdekaan itu didapat? Rasa tanggung jawab, nasionalisme, memiliki, cinta tanah air pun sekarang sudah semakin luntur di hati para penduduknya sebagai penerus cita-cita bangsa.
Pernah mendengar “Masa depan bangsa adalah tugas para pemuda?” Betul sekali, Namun kebanyakan orang menilai pemuda sekarang cenderung acuh dengan masa depan bangsa. Padahal kita tahu, maju bobroknya bangsa ada di pundak kita semua. Ibu petiwi sedang menangis menyaksikan kita yang tak pernah memperdulikannya.
Lagu nasional “Ibu Pertiwi” cocok untuk mengiringi keadaan kita saat ini
Kulihat Ibu Pertiwi, sedang bersusah hati
Air matanya berlinang, mas intan yang kau kenang
Hutan, gunung, sawah lautan, simpanan kekayaan
Kini Ibu sedang lara, merintih dan berdoa
Apakah semua ini murni salah pemuda yang tak pernah berfikir akan masa depan bangsa? Lihat saja fenomena sekarang ini, di jajaran petinggi negeri, pemerintah pun banyak yang bertindak tak jujur seperti halnya korupsi. Wakil rakyat juga banyak yang tak mendengarkan suara rakyat. Mereka membuat peraturan yang mereka sendiri sebagai pelanggarnya. Di sisi lain rakyat hanya bisa mengeluh terus, tanpa ada usaha untuk memperbaiki hidupnya. Lebih dari itu semua kriminalitas merajalela tetapi aparat negara tak menghiraukannya.
Siapa yang harus kita salahkan melihat fenomena yang terjadi saat ini?
Terlalu banyak ketidakkompakkan di sana sini, mana yang harus dijadikan pemuda sebagai panutan? Lalu, masa depan bangsa itu tanggung jawab siapa?
Seharusnya dari dulu kita menyadari bahwa dalam teorinya, masa depan bangsa adalah tanggung jawab seluruh elemen penduduknya. Ya memang betul, tak salah jika teori itu diterapkan. Sebagai pemuda yang dalam usia produktifnya bangkit untuk memajukan bangsa. Bukan bangkit dalam hal ikut menyelesaikan masalah korupsi, politik atau permasalahan sebangsanya yang sering kita lihat di televisi. Akan tetapi kita cari cara lain yang lebih kreatif demi memajukan bangsa.
Contohnya saja dalam hal ilmu pengetahuan atau bidang kesenian. Pemuda memang  belum sanggup mengatasi permasalah korupsi, politik, pemerintahan yang terjadi saat ini. Namun pemuda punya segudang kreasi untuk memajukan Indonesia ini. Indonesia itu negeri yang amat kaya. Kenapa harus dipersulit dengan modernisasi dimana-mana. Harusnya kita bisa memafaatkan apa yang ada.
Dengan begitu mungkin para petinggi negeri akan tersadar, bukan hanya mereka yang tinggal di negeri ini, tetapi ada penduduk lain yang lebih penting dipikirkan selain masalah mereka selama ini. Sebenarnya patut kita contoh para pahlawan yang dengan aksinya memperjuangkan negeri ini ketika zaman penjajahan dulu. Negeri ini tak akan bangkit hanya dengan segudang peraturan undang-undang dan duduk merapat setiap hari di gedung mewah ber-AC. Lebih dari itu semua, AKSI!

0 komentar:

Posting Komentar

 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review