“Biarlah Allah saja yang
menyemangati kita, sehingga tanpa sadar setiap peristiwa menjadi teguran atas
kemalasan kita. Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita, karena
perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan, semoga Allah menjadikan kita
pribadi yang bermakna, pribadi yang saat berbaur mampu menyemangati yang lain,
dan saat sendiri mampu menguatkan dirinya sendiri.”
Sekilas terasa bergidik membaca
kalimat itu melalui sebuah layanan pesan singkat yang biasa disebut dengan SMS
(Short Message Service). Hati ini terasa terpukul, raga ini tersentak, pikiran
yang tadinya melambung tinggi bersama mimpi akhirnya siap terjun terhempas sang
bayu. Amanah ini, janji ini bukan persoalan dunia lagi, melainkan
pertanggungjawabannya nanti, di hadapan Allah swt kelak. Sadar tak sadar
mengapa akhir-akhir ini kita sibuk dengan apa yang mereka ucap dan belum tentu
kebenarannya. Cukup Allah bagi kita, yang menilai seluruh amal perbuatan kita.


0 komentar:
Posting Komentar