Kamis, 03 Juli 2014

Isi Ulang Stok Semangat

Diposting oleh Anonim


Membuka file lama itu ibarat berjalan dalam lorong waktu. Berjuta kenangan dalam seluruh peristiwa tersibak di dalamnya. Aku menemukannya, file itu, ya file dokumen word untuk ayahku. Ketika kubaca, kurasakan desiran darah dari ujung kepala sampai ujung kaki. Surat 2 lembar sebagai penguat argumentasiku untuk jihad ilmi di Institut Pertanian ini. Ada getar semangat dalam katanya, ada secercah impian dan harapan yang harus segera terwujud. Ini merupakan langkah awalku meraih kesuksesan.
Teringat suatu malam, isakkan tangis itu menemani jemari menari dalam menerangkan seluruh isi hati. Hati kecilpun berharap seluruhnya bisa terwakilkan dalam surat itu. Tulisan itu menjadi wakil ekspresi yang merangkum seluruh harapan, angan, dan cita-cita. Rasa was-was itu pasti, namun ini adalah bagian dari usaha. Kini hampir satu tahun sudah diri ini menggenggam berjuta harapan, amanah orang tua sebagai konsekuensi dari apa yang telah terpilih.
Berjuang membawa harapan, berusaha untuk mewujudkannya. Aku sulung dari 4 bersaudara, harapan itu pasti tertuju padaku sebelum adik-adikku beranjak dewasa. Semangat itu bagai air laut, kalau tidak pasang mungkin sedang surut. Pada intinya aku harus sadar diri, memahami siklus diri ini. Kapan saatnya harus menanggapi semangat yang kadang mungkin lebay, atau bagaimana harus mengisi ulang semangat ketika stok semangat sedang low. Oleh karena itu, sering-sering luruskan niat, ingat apa tujuan awalnya. Jangan pernah putus asa, Man Jadda wa Jadda!!!

0 komentar:

Posting Komentar

 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review