Hari ini rindu menghampiri di istana pikiranku. Sudah sejak beberapa bulan terakhir di kerap singgah walau hanya sebentar. Kusadari frekuensinya semakin sering terjadi. Rindu tak pernah marah padaku, ia selalu saja seperti itu. Tak pernah kuundang, kadang pergi sendiri, kadang pula harus kuantarkan ia pulang ke tempat tinggalnya.
“Rindu, apa kau tak lelah singgah di istanaku setiap hari?”, tanyaku suatu hari. Ia hanya diam isyarat ia tak pernah merasa lelah. Sore ini, rindu masih enggan untuk enyah dari sudut istanaku. Aku hanya tersenyum kecil melihat tingkah lakunya. Seolah ia berbisik padaku,
Hai kakak, aku mampir lagi. Entah kenapa seakan-akan kakak memanggilku sore ini. Tapi justru kakak menyangkal tak pernah mengundangku. Padahal aku datang atas undangan kakak. Kak, jangan khawatir, kedatanganku justru memberikan kesempatan untukmu berdoa. Ya, berdoa, menengadahkan tangan mendoakan siapapun bahkan apapun yang kau rindukan. bermunajat untuk keselamatan, kesehatan, kebaikan, dan lain sebagainya. Jangan pernah menyesali kedatanganku. Cukup berdoa pada-Nya tiap kali aku singgah di benakmu, karena Allah selalu merindukan doa-doamu. :)


0 komentar:
Posting Komentar