Rabu, 13 Mei 2015

Analogi Keluarga Burung

Diposting oleh taranurfathiw
Tatkala ku dengar kicauan keluarga burung. Suaranya begitu merdu dan indah, bak keluarga harmonis melepas semua resah. Kulihat dari kejauhan sang ibu dan ayah burung membawa makanan kecil untuk ketiga putra-putrinya. Hatiku berbisik perlahan, semoga kebahagiaan mereka dapat abadi sepanjang masa.
Seperti itu juga yang aku harapkan. Bersama keluarga kecil, keluarga baru, saudara baru di tanah rantau. Menemukan lingkaran baru, bersatu padu pada asa yang satu. Mampukah aku? Mungkin sedikit ragu.
Aku sama seperti burung-burung itu yang pergi tak membawa sesuatu. Aku tak punya apapun. Tak ada sesuatu yang layak aku bawa pergi dan kubagi. Tak pernah kumiliki berbagai keahlian istimewa selama ini. 
Satu yang kutahu, hanya kemauan yang kumiliki. Kemauan untuk berubah, berhijrah. Sama seperti burung-burung itu, berbekal keinginan memberi makan pada buah hatinya. Setiap sore mereka berhasil membawakan putra putrinya makanan untuk kebutuhannya. 
Tak lebih dari itu, aku hanya ingin berbagi atas apa yang baru saja kudapat. Bahwasanya aku bukan siapa-siapa dan tak memiliki apa-apa. Sesungguhnya raga, pikiran, jiwa ini hanyalah milik-Nya lah yang patut kita jaga. Apa yang aku cari itulah yang akan kuberi, karena sesungguhnya aku tak mau sendiri di jalan ini.

0 komentar:

Posting Komentar

 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review