Sabtu, 16 Mei 2015

Duka di Kala Senja

Diposting oleh taranurfathiw
Lagi, umur siapa yang tahu. Kuasa Allah lah yang telah mengatur segalanya. Sore ini ayah seorang sahabat kecil kami meninggal dunia. Beliau sudah kuanggap seperti saudara sendiri, re:pakdhe mungkin om.
Semasa hidupnya, beliau adalah orang yang sabar dan tekun. Sabar dalam menjalani kehidupannya. Tercermin dari cara beliau mengajar mata pelajaran Matematika SMP dahulu. Banyak hal yang beliau selalu tuturkan selama proses belajar berlangsung. Keteladanan yang selalu beliau contohkan kepada murid-muridnya, sholat tepat waktu, belajar, berbakti pada orang tua.
Beliau juga ayah dari sahabat ku dari kecil, Rosyid Imam Haqi. Kami berteman baik dari kecil, ada Imaz, Rosyid, juga Hanif. Aku kaget mendengar kabar itu tadi sore. Seolah aku merasakan pilunya sahabatku. Ya Allah, secepat ini kah? Rasanya belum sempat aku meminta maaf padanya. Masih sering merengek merepotkannya dari dahulu. Masih saja membangkang tiap kali diingatkan.
Adikku di rumah juga mengabarkan berita duka itu. Dalam hati, aku ingin pulang, ingin ikut meringankan kedukaan. Ingin rasanya berkumpul dengan sahabat-sahabat dan berkata bagi dukamu pada kami. Adikku berpesan agar tak mengabarkan berita pada yang lain, namun aku mendapatkan kabar ini dari grup alumni SMP. Adikku berkata, dek Ifah belum tau. Ya Allah, kuatkan kami. Dek Ifah adalah adik dari sahabat kami, seumuran dengan adikku dan karibnya juga dari kecil.
Bergegas aku menghubungi ibu, hanya memanggilnya via wa. Seolah ibu tahu kesedihanku. Padaku ibu berkata sedang bersiap-siap selepas isya' akan berangkat ke rumah sahabatku. Aku hanya menitipkan salam untuk istri almarhum, yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri. Ingin sekali rasanya pulang, mengantarkan almarhum ke pusaranya.
Ya Allah terimalah amal baik Pak Budi Mulyatno, ampuni segala dosanya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu


Untukku, Imaz, Rosyid, Hanif, Dek Lya, Dek Ifah, Dek Rizal, Mas Kemal, Dek Kana. Berjanjilah untuk selalu menjadi putra putri yang solih solihah. Karenanya amal yang tiada putus untuk kedua orang tua kita.

0 komentar:

Posting Komentar

 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review