Lagi, umur siapa yang tahu. Kuasa Allah lah yang telah
mengatur segalanya. Sore ini ayah seorang sahabat kecil kami meninggal dunia.
Beliau sudah kuanggap seperti saudara sendiri, re:pakdhe mungkin om.
Semasa hidupnya, beliau adalah orang yang sabar dan tekun.
Sabar dalam menjalani kehidupannya. Tercermin dari cara beliau mengajar mata
pelajaran Matematika SMP dahulu. Banyak hal yang beliau selalu tuturkan selama
proses belajar berlangsung. Keteladanan yang selalu beliau contohkan kepada
murid-muridnya, sholat tepat waktu, belajar, berbakti pada orang tua.
Beliau juga ayah dari sahabat ku dari kecil, Rosyid Imam
Haqi. Kami berteman baik dari kecil, ada Imaz, Rosyid, juga Hanif. Aku kaget
mendengar kabar itu tadi sore. Seolah aku merasakan pilunya sahabatku. Ya
Allah, secepat ini kah? Rasanya belum sempat aku meminta maaf padanya. Masih
sering merengek merepotkannya dari dahulu. Masih saja membangkang tiap kali
diingatkan.
Adikku di rumah juga mengabarkan berita duka itu. Dalam
hati, aku ingin pulang, ingin ikut meringankan kedukaan. Ingin rasanya
berkumpul dengan sahabat-sahabat dan berkata bagi dukamu pada kami. Adikku
berpesan agar tak mengabarkan berita pada yang lain, namun aku mendapatkan kabar
ini dari grup alumni SMP. Adikku berkata, dek Ifah belum tau. Ya Allah, kuatkan
kami. Dek Ifah adalah adik dari sahabat kami, seumuran dengan adikku dan
karibnya juga dari kecil.
Bergegas aku menghubungi ibu, hanya memanggilnya via wa.
Seolah ibu tahu kesedihanku. Padaku ibu berkata sedang bersiap-siap selepas
isya' akan berangkat ke rumah sahabatku. Aku hanya menitipkan salam untuk istri
almarhum, yang sudah kuanggap seperti saudara sendiri. Ingin sekali rasanya
pulang, mengantarkan almarhum ke pusaranya.
Ya Allah terimalah amal baik Pak Budi Mulyatno, ampuni
segala dosanya. Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fu'anhu
Untukku, Imaz, Rosyid, Hanif, Dek Lya, Dek Ifah, Dek Rizal,
Mas Kemal, Dek Kana. Berjanjilah untuk selalu menjadi putra putri yang solih
solihah. Karenanya amal yang tiada putus untuk kedua orang tua kita.


0 komentar:
Posting Komentar