Jumat, 29 Mei 2015

Ke mana Aku akan Berpulang?

Diposting oleh taranurfathiw
Rumah?
Satu kata yang menggelitik sanubariku di hampir tengah malam ini. Terhempas dari seluruh keyakinan yang membuatmu jauh terasa nyaman dibuainya. Aku yang sedari tadi tak mengerti apa artinya pulang. Bisu menjadi pilihan, tak ada yang lain. 
Apa yang kau pikirkan tentang sesuatu yang mereka sebut itu pulang? Apakah kembali? Apakah tempat untuk kau mengawali kisahmu dengan segala keluh kesah? Lalu apa yang kau sebut itu rumah?
Jika rumah adalah tempat kita kembali, maka akan kuceritakan pada dunia semua. Akan kukabarkan semuanya bahwa aku sudah memiliki banyak rumah, tempatku kembali.
Jika rumah adalah persinggahan abadi sebuah keluarga. Maka, beribu ucap terima kasih kepada ibu dan bapak yang telah berkenan membuatnya nyaman untuk berpulang.  Membawa segudang peristiwa yang siap kuhadirkan pada mereka seraya sarapan pagi, minum teh, atau bahkan saat bercanda di sela aktivitas mereka.
Apa kau pernah berfikir? Tentang mereka yang tak mempunyai rumah, untuk berpulang? Lalu pada siapa yang mereka sebut rumah? Pada siapa yang mereka sebut itu keluarga? 
Jawabannya ada dalam hati kita masing-masing. Sediakan “rumah” bagi mereka untuk berpulang. Karena pada hakikatnya hidup kita di dunia ini adalah untuk saling berbagi dan memberi. Kalu bukan mereka yang meminta tolong, persilakan diri saja untuk menjadi penolong terbaik.
Dan yang terakhir, sempurnakan diri untuk kita berpulang nanti di tempat yang abadi.
Bogor, 29 Mei 2015 11.15 p.m.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Karena tak di rumah saja, kita terpikir untuk meng-iya-kan bayangan itu.
Pulang menjadi satu cara meredakannya, dan sesampainya di sana, hilang sudah ke-karena-an pikiran ini.
_barangkali_

Posting Komentar

 

When story can speak Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review